Yuk, Cari Tau Info Seputar S1 Psikologi

In short : Diartikel ini saya akan membahas apa itu bidang ilmu psikologi, bagaimana rasanya kuliah di psikologi dan prospek kerjanya.

Salah satu alasan saya menulis artikel ini ialah untuk menjawab beberapa pertanyaan yang pernah diajukan ke saya tentang bidang ilmu psikologi. Daripada saya menjelaskan berulang kali, saya pikir lebih baik menceritakannya kedalam sebuah artikel.

Apa itu Ilmu Psikologi ?

Untuk menghindari salah kaprah tentang psikologi, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu psikologi.

Psikologi awalnya bukanlah sebuah ilmu pengetahuan. Psikologi berakar pada filsafat manusia. Tapi sering perkembangan jaman, psikologi berubah menjadi ilmu pengetahuan.

Supratman (2008: 6) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang memelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Tokoh lain, Budiman (2006: 287) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang memelajari tingkah laku manusia dalam pengertiannya yang luas.

Saya cukupkan hanya memberikan dua definisi saja tentang ilmu psikologi. Kalau kamu mencari definisi lain ujungnya akan sama bahwa psikologi adalah ilmu yang memelajari perilaku.

Perilaku manusia mencakup dua hal yaitu perilaku tampak (overt behavior) dan perilaku tidak tampak (covert behavior) (Sunaryo, 2004: 2). Perilaku tampak adalah perilaku yang dapat kita lihat misalnya makan, minum, tidur, menulis, menggambar dan lain-lain. Sebaliknya, perilaku tidak tampak adalah perilaku yang tidak dapat diamati langsung misalnya motivasi seseorang menggambar.

Disitulah psikologi bekerja. Psikologi bisa menjelaskan perilaku mengapa seseorang berbuat sesuatu, apa yang melandasi seseorang berbuat sesuatu, apa yang membuat seseorang terus mengerjakan sesuatu atau apa yang membuat seseorang berhenti melakukan sesuatu.

Gosip Ilmu Psikologi

Tidak hanya kamu, tapi ilmu psikologi juga digosipkan loh. Berikut adalah gosip atau kabar miring tentang bidang kelimuan psikologi :

1. Psikologi bisa membaca pikiran orang

Fakta : di fakultas psikologi kamu tidak akan diajari cara baca pikiran orang. Untuk membaca kepribadian, psikologi mempunyari tes inventori baik proyeksi maupun non proyeksi.

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar soal ini, karena bahasan itu bisa jadi satu artikel lain.

Yang perlu kamu tau ialah bahwa menggunakan alat tes ini ada prosedurnya, bukan sembarangan orang bisa pakai. Lulusan psikologi (lulus kuliah S1 psikologi) atau yang disebut dengan ilmuan psikologi hanya bisa melakukan testing tetapi tidak boleh mengintepretasi atau menerjemahkan hasil tes. Terus siapa dong yang boleh ? Yang boleh melakukan hanya psikolog dengan surat ijin praktek yang masih aktif.

2. Dengan ilmu psikologi kamu bisa mengelabuhi seseorang, nipu atau  memanipulasi tes psikologi

Fakta : meski kamu tau tentang psikologi atau tau tentang alat tes psikologi tetapi kamu tidak akan bisa membohongi psikolog. Dosen saya pernah mengatakan begini “Saya bisa membedakan mana tes psikologi yang dikerjakan karena hasil belajar dan mana yang bukan”

Hasil belajar itu maksudnya seseorang yang mempelajari alat tes psikologi kemudian mempraktekkan sesuai apa yang diajarkan. Misal untuk tes Human, Tree, Person (HTP), Alsa telah belajar caranya menggambar pohon yang ‘baik’. Gambar pohon harus begini begitu begini dan lain sebagainya. Nah, psikolog yang punya jam terbang tinggi tentu tau kalau hasil tes tersebut adalah manipulasi.

Kalau dosen saya bertemu dengan orang yang seperti itu, beliau akan langsung tanya “Kamu belajar psikotes darimana ?” Nah loh, ketauan kan ? Kalau itu terjadi diperusahaan otomatis dia tidak akan diterima.

3. Psikologi akan berurusan dengan orang yang mengalami gangguan kejiwaan (note : menyebut orang dengan sebutan gila adalah sesuatu yang tidak etis)

Fakta : Sewaktu saya sekolah saya mengira juga demikian, ternyata saya salah. Psikologi itu bidangnya banyak tidak melulu tentang gangguan kejiwaan. Beberapa cabang psikologi ialah psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi industri dan organisasi, psikologi positif, psikologi sosial, psikologi keluarga dan masih banyak yang lainnya.

Lagipula, psikolog itu tidak menangani orang yang mengalami gangguan kejiwaan berat. Jika seseorang mengalami gangguan jiwa berat maka itu ialah tugas psikiater. Psikiater akan memberi terapi obat terlebih dahulu, baru setelah orang tersebut membaik dan bisa diajak bicara maka disitulah psikolog akan bekerja. Itupun psikolog juga harus mempertimbangkan kondisinya seperti apa, kalau sudah baik – baik saja ya maka tidak perlu dilakukan treatment.

4. Yess, kuliah psikologi ga ada matematika

Fakta : salah. Disemester dua kamu akan ketemu dengan statistika. Statistika itu berguna untuk memproses data penelitian kuantitatif. Kalau kamu ambil skripsi kuantitatif baik eksperimen maupun non-eksperimen tentu saja kamu harus menguasai statistika.

Kalau kamu ambil skripsi kualitatif memang tidak menggunakan perhitungan statistik, tapi kalau nilai makul statistikmu dapat C kamu harus ngulang.

Apa yang akan kamu dapat kalau kamu ambil S1 Psikologi ?

Nah, mungkin kamu tanya “Kalau lulus S1 psikologi dapet apa sih ?”. Ini penjelasannya :

( Note : poin dibawah ini merupakan saduran dari artikel Zenius. Tautan sudah saya sertakan dibagian sumber )

1. Kuliah Magister Psikologi atau Sains

Ya poin ini jelas. Kalau kamu sudah lulus S1 psikologi, kamu bisa lanjut ambil magister profesi atau sanis. Kalau kamu dari latar belakang S1 psikologi, lalu mau lanjut S2 profesi atau sains kan setidaknya kamu sudah punya bekal yang cukup untuk lebih mendalami ilmu psikologi.

2. Mengalanisis masalah

Selama kamu belajar di S1 psikologi, kamu akan bertemu dengan banyak studi kasus. Untuk memecahkan suatu studi kasus, kamu membutuhkan analisa yang kuat. Kalau kamu belajar dengan baik, kamu akan mendapatkan skill menganalisis sebuah masalah dan mencari solusinya.

Jelas saja, kemampuan ini sangat dibutuhkan didunia kerja.

3. Kemampuan membuat modul pelatihan

Semasa kuliah, kamu akan mendapat mata kuliah pelatihan psikologi. Saya dapat mata kuliah ini disemester tujuh tetapi mungkin untuk Universitas lain mungkin akan berbeda waktu semesternya.

Pelatihan psikologi adalah mata kuliah yang mengajarkan kepada kita bagaimana mengimplementasikan atau menerapkan ilmu psikologi yang sudah kita terima di masyarakat. Salah satu hal yang harus dilakukan untuk melaksanakan pelatihan psikologi ialah kamu harus membuat modul pelatihan.

Membuat modul sebenarnya terbilang mudah tapi juga tidak mudah (menurut saya sih begitu). Kalau pelatihannya sederhana ya mudah, tapi kalau pelatihannya melibatnya banyak orang dan kompleks maka modulnya pun juga akan kompleks.

Tapi tenang saja, kalau selama perkuliahan kamu belajar dengan baik, kamu pasti bisa membuat modul dengan baik.

Haruskah jadi HRD ?

Kamu mungkin tanya juga, kalau saya lulus S1 Psikologi apakah saya harus jadi HRD ? Oh, jelas tidak. Kamu bisa jadi asisten psikolog, kerja di laboratorium psikologi dan lain sebagainya.

Yang terpenting adalah ada manusia disitu. Ilmu psikologi kan ilmu perilaku, jadi selama ada manusia disitu maka selama itu pula kamu bisa kerja disitu.

Jadi, jangan bingung yaa.

Kesimpulan

Psikologi bukanlah ilmu tebak – tebakan. Ilmu psikologi ialah ilmu pengetahuan yang kebenarannya bisa dibuktikan secara ilmiah.

Ilmu psikologi membuat kita mengerti dan memahami mengapa seseorang memiliki perilaku tertentu.

Kalau soal kerjaan, jangan bingung karena kamu bisa kerja dimana saja dengan latar belakang psikologi.

So, have fun with it 😀

Referensi

Sunaryo. 2002. Psikologi : Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran IGC.

Budiman, Arief. Kebebasan, Negara, Pembangunan. 2006. Jakarta : Pustaka Alvabet dan Freedom Institute.

Supratman, Lucy Pujasari dan Adi Bayu Mahadian. 2016. Yogyakarta : Deepublish

Kupas Tuntas Jurusan Ilmu Psikologi – Zenius

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *