Depresi dan Penyembuhannya

Depresi dan Penyembuhannya

Depresi dan penyembuhannya – In short : Penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana depresi itu bisa terjadi dan bagaimana menyembuhkannya. Mengapa begitu ? Karena depresi yang tidak tertangani akan berakibat fatal seperti bunuh diri. Jadi, yuk kita bahas soal depresi.

Mengerti Tentang Depresi

Depresi merupakan gangguan mood (suasana hati) yang menyebabkan individu tidak bisa menjalani hidup normal, baik di tempat kerja atau dalam kehidupan keluarga.  Orang yang mengalami depresi akan merasakan sedih yang berkepanjangan, putus asa dan kehilangan ketertarikan.

Ada tiga teori utama yang membahas tentang depresi yaitu teori behaviorist, teori psikodinamik, dan pendekatan kognitif. Namun kali ini kita hanya akan membahas depresi dari sudut pandang psikologi kognitif.

Pendekatan Kognitif

Pencetus teori kognitif depresi adalah Aaron T. Beck tahun 1967. Pendekatan kognitif lebih fokus terhadap keyakinan seseorang daripada perilaku orang tersebut.  Seseorang menjadi emosional disebabkan oleh abnormalitas kognitif. Ini berarti orang yang mengalami depresi memiliki pemikiran berbeda dari orang pada umumnya.

Pada tahun yang sama, Beck membuat tiga mekanisme yang bertanggung jawab terhadap depresi :

1. The Cognitive Triad

Triad kognitif adalah tiga bentuk pemikiran negatif orang yang mengalami depresi yaitu : pemikiran negatif tentang diri sendiri, dunia dan masa depan. Pemikiran ini seringkali terjadi secara otomatis dan tanpa sadar.

Contohnya begini, orang depresi akan cenderung memandang dirinya sendiri sebagai orang yang tidak tertolong, tidak berharga dan tidak mampu menyesuaikan diri.

Akhirnya, Beck menyimpulkan bahwa ternyata depresi ditandai oleh pola pemikiran yang sebenarnya malah mempertahankan suasana hati depresi.

Nah, sekarang kita akan membahas tiga aspek triad kognitif secara ringkas.

a. Pemikiran Negatif tentang Diri Sendiri

Orang yang depresi kebanyakan akan berpikir begini “Aku pasti bukan orang yang berguna karena semua hal buruk ini terjadi padaku”, “Aku bukan orang yang baik. Kalau aku orang yang baik, aku pasti tidak akan dianiaya secara seksual.”

Coba Anda perhatikan baik-baik, maka Anda akan menemukan bahwa hampir kebanyakan orang depresi memiliki pola pikir yang mencela diri. Pemikiran semacam ini adalah pola pemikiran yang merusak dan menimbulkan perasaan rendah diri, percaya diri yang rendah bahkan dapat menyebabkan masalah hubungan dengan orang lain.

b. Pemikiran Negatif tentang Dunia

Salah satu contoh paling mudah yang bisa menggambarkan teori ini adalah saat rekanan kerja, teman sekolah atau saudara sedang berbicara, orang yang depresi akan menganggap orang lain jahat, negatif atau suka mencela.

Pemikiran negatif tentang dunia adalah bagaimana seseorang berpikir saat dia mengingat lebih jelas berbagai aspek negatif daripada pengalaman positif atau netral.

Seseorang yang depresi akan cenderung memikirkan kejadian negatif daripada kejadian positif. Dia akan fokus pada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan daripada pekerjaan yang bisa diselesaikan.

c. Pemikiran Negatif tentang Masa Depan

Saat orang mengalami depresi, dia akan berpikir bahwa masa depannya berubah menjadi negatif. Misalnya saja orang yang didiagnosis kanker bisa menjadi depresi dan berpikir “Apa gunanya hidup ? Kalau hidup hanya diisi oleh sakit saja”.

Prediksi bahwa masa depan akan berakhir negatif disebut sebagai hopelessness atau keadaan tanpa harapan. Jika seseorang pernah melakukan kesalahan dan menjadi depresi ia akan berkata “Orang lain tidak akan menyukaiku lagi karena kesalahanku ini” atau berkata “Untuk selamanya kesalahanku ini tidak akan termaafkan”.

Inilah kondisi berbahaya yang akhirnya menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri.

2. Negative Self-Schemas

Beck yakin bahwa depresi membuat seseorang cenderung mengembangkan skema diri negatif. Ini menyebabkan obsesi keyakinan dan harapan tentang dirinya sendiri menjadi negatif dan pesimis.

Ketika skema diri terus menerus terjadi, ini akan menyebabkan kesalahan berlogika atau berpikir.

3. Logical Errors

Orang dengan skema diri negatif akan cenderung membuat kesalahan logika dan juga cenderung berpikir selektif terhadap beberapa aspek tertentu dengan mengabaikan informasi lain yang juga relevan.

Beck mengidentifikasi beberapa kesalahan logika dimana kesalahan ini akan berakibat pada kecemasan atau depresi, yaitu :

1. Arbitrary Inference hanya menarik kesimpulan tanpa melihat data atau fakta yang relevan

2. Selective Abstraction : fokus terhadap aspek negatif terhadap di segala situasi

3. Magnification and Minimisation : orang yang depresi akan membesarkan-besarkan masalah sedangkan ketika ia menemukan solusi dia akan menanggap bahwa solusi itu terlalu kecil untuk menyelesaikan masalahnya

4. Personalization : peristiwa negatif dianggap sebagai kesalahan pribadi walaupun faktanya tidaklah selalu demikian

5. Dichotomous Thinking : segala sesuatu dilihat secara hitam putih, tidak ada zona abu-abu

Penyembuhan Depresi

Kabar baik, bahwa hampir semua depresi dapat disembuhkan. Cara efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi depresi adalah : restrukturisasi kognitif dan pengobatan.

Restrukturisasi Kognitif

Kalau Anda membaca artikel ini secara runtut,  otomatis Anda akan tahu bahwa menurut pendekatan kognitif ternyata depresi berasal dari pikiran yang salah. Oleh karenanya, cara untuk mengurangi depresi adalah dengan mengubah pola pemikiran atau keyakinan yang keliru.

Inilah yang disebut sebagai restrukturisasi kognitif.

Tujuan terapi ini ialah untuk mengajarkan bagaimana menguji pemikiran negatif dengan cara memeriksa semua informasi didalam hidup mereka baik negatif, positif ataupun netral.

Pengobatan

Depresi yang parah atau depresi yang berlangsung lama dan mengganggu secara fisiologis seperti tidak bisa tidur, gelisah, lelah dan lain sebagainya tidak dapat disembuhkan hanya dengan menggunakan terapi. Depresi semacam ini perlu bantuan obat.

Obat yang sering digunakan adalah anti-depresan.

Tapi, apakah obat akan benar-benar membantu ?

Pada tingkat tertentu obat anti depresan rata-rata mampu menyembuhkan dua dari tiga orang yang mengalami depresi. Tapi bisa saja terjadi proses trial and error atau proses coba-salah. Artinya, obat yang diberikan belum tentu langsung benar.

Jenis obat anti-depresan sangat bervariasi, sehingga dokter tidak bisa memberikan obat secara tepat sebelum Anda meminumnya selama beberapa minggu. Dalam rentang waktu itu, dokter akan melakukan evaluasi dan menentukan jenis obat yang tepat.

Apakah salah obat tidak bahaya ? Asalkan Anda berkonsultasi dengan dokter semuanya akan baik-baik saja dan tidak membahayakan.

Kalau efek samping ? Efek samping tentu ada. Obat anti depresan biasanya memiliki efek samping seperti mulut kering, kantuk dan perubahan berat badan. Ini juga jangan lupa dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Referensi

Depresi – Simply Psychology

Greenberger, Dennis dan Christine A. Padesky. 2004. Mind Over Mood : Change How You Feel By Changing The Way You Think. Diterjemahkan oleh : Yosep Bambang Margono. Bandung : Penerbit Kaifa