Menghadapi Tes Psikologi

Menghadapi Tes Psikologi

Menghadapi Tes Psikologi – In short : Psikotes seringkali ditakuti oleh pelamar pekerjaan. Oleh karenanya, beberapa orang mencoba untuk mencari latihan soal psikotes. Tetapi ketika kita menelisik lebih detil ternyata ada kesalahan yang dalam buku psikotes. Seperti apa kesalahannya ? Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi tes psikologi ?

Beberapa orang mungkin mengalami ketakutan saat menghadapi tes psikologi terutama tes pekerjaan. Beberapa orang mencari cara agar hasil tes psikologi memuaskan. Ada yang menghadapi dengan santai, tetapi ada yang menghadapi dengan tegang sehingga mencari buku panduan untuk menyelesaikan soal psikotes.

Terus, mana yang paling tepat ? Berikut ulasannya.

Apa itu Tes Psikologi ?

Tes psikologi adalah ukuran yang obyektif dan standar dari sampel perilaku (Wikipedia). Tes psikologi didesain khusus untuk mencari informasi dalam diri manusia. Informasi yang dimaksud adalah seperti kecerdasan, kepribadian, dan lain sebagainya.

Tes psikologi juga merupakan salah satu alat asessmen atau penilian. Asesmen psikologi adalah teknik yang digunakan oleh psikolog untuk mempelajari fakta baik secara umum atau detail, untuk menginformasikan kepada pihak tertentu tentang bagaimana seseorang atau memprediksi perilaku dimasa depan.

Psikotes juga diperlukan sebagai alat pendukung dalam menganalisis dan mendeskripsikan perilaku seseorang.

Lalu, kenapa harus ada tes psikologi ? Perhatikan kondisi berikut.

Josh adalah pengusaha minyak dan memiliki banyak perusahaan di Indonesia. Suatu kali, perusahaan Josh membuka lowongan pekerjaan untuk posisi akunting. Karena ini adalah perusahaan besar tentu saja lowongan seperti ini sangat diminati oleh masyarakat. Sehingga, dalam waktu satu minggu sudah ada 500 pelamar yang masuk. Tetapi perusahaan ini sebenarnya hanya membutuhkan 10 orang saja untuk menduduki posisi akunting.

Jika Anda berada diposisi tersebut tentu Anda akan membutuhkan sebuah metode khusus agar seleksi dapat berjalan optimal bukan ?

Anda tidak akan melakukan wawancara terhadap 500 pelamar karena itu hanya melelahkan dan menghabiskan waktu. Anda juga tidak akan asal pilih saja karena jika nanti yang terpilih adalah orang yang tidak mampu berada dijabatan tersebut maka Anda sendiri yang harus bertanggung jawab.

Sehingga, solusi yang paling tepat adalah dengan menggunakan tes psikologi.

Tes psikologi berfungsi untuk menyeleksi pelamar sehingga nantinya akan ditemukan orang-orang yang mampu untuk menduduki jabatan tersebut. Dengan tes psikologi, psikolog juga akan mengetahui potensi dan kekurangan individu tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan.

Jadi, terbukti bahwa psikotes membantu proses seleksi lebih cepat.

Jenis Tes Psikologi

Tes psikologi tidak hanya seputar industri dan organisasi. Tes psikologi juga dapat digunakan untuk keperluan asesmen kepribadian seperti menggali bakat minat. Berikut adalah jenis-jenis tes psikologi  :

1. Tes IQ

Tes Intellectual Quotient (IQ) adalah sebuah tes yang dirancang untuk menggambarkan fungsi kognitif manusia. Jenis tes IQ yang sering digunakan adalah Standford Binet dan Wechsler Scales. Tes Weschsler yang digunakan untuk dewasa disebut sebagai  Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). WAIS digunakan untuk seseorang dengan usia lebih dari 16 tahun.

2. Tes Kepribadian

Tes kepribadian adalah sebuah tes yang dirancang guna memperoleh informasi tentang kepribadian manusia. Beberapa jenis tes kepribadian adalah sebagai berikut :

a.  Tes Wartegg

Tes wartegg dibuat oleh Kruegger dan Sander dan selanjutnya dikembangkan oleh Ehrig Wartegg dan Marian Kinget. Tes wartegg digunakan untuk menggambarkan kepribadian dari beberapa aspek seperti imajinasi, emosi, kontrol, dinamisme dan nilai fungsi pada pemahaman terhadap realitas.

b. Tes DAP

Tes Draw A Person (DAP) dikembangkan oleh Florence Goodenough. Pada 1963, tes ini dikembangkan lagi oleh Dr.Dale B.Harris. Melalui tes ini, klien akan diminta untuk menggambar orang. Hasil gambar tersebut selanjutnya akan dianalisis dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

c. Tes Pauli

Tes Pauli diciptakan oleh Emil Kraplin dan Richard Pauli. Cara pengerjaan tes ini adalah klien diminta untuk melakukan penjumlahan tertentu. Tes Pauli dapat menggambarkan kepribadian melalui coretan dan perhitungan yang dilakukan.

Tujuan Umum

Dari penjelasan diatas kita tahu bahwa bahwa tes psikologi berguna untuk menilai berbagai kemampuan mental termasuk prestasi, kepribadian, dan fungsi neurologis.

Tes psikologi untuk anak seperti pengukuran prestasi akademik, kemampuan, dan tes kecerdasan dapat digunakan sebagai alat dalam penempatan sekolah, mengindentifikasi bakat, hambatan, ketidakmampuan dalam belajar, atau keterlambatan perkembangan.

Sedangkan fungsi umum tes kepribadian adalah untuk menggali aspek kepribadian seseorang. Tetapi inipun akan berbeda pada setiap tes. Antara tes Rosarch dan tes EPPS tentu akan berbeda tujuannya walaupun keduanya masuk dalam kategori tes inventori kepribadian.

Bagaimana Menghadapi Tes Psikologi ?

Cara yang paling tepat untuk menghadapi tes psikologi adalah dengan persiapan fisik atau mental. Persiapan fisik berarti memastikan bahwa tubuh dalam keadaan sehat sehingga dapat mengerjakan soal psikotes dengan baik.

Persiapan mental artinya tidak usah terlalu tegang atau takut menghadapi soal psikotes. Ketakutan atau ketegangan menghadapi soal psikotes akan mengurangi konsentrasi Anda.

Tidak disarankan untuk membaca buku soal psikotes beserta penafsiran atau kunci jawaban. Membaca buku seperti ini dapat menyebabkan kegagalan menghadapi soal psikotes. Mengapa demikian ? Soal psikotes merupakan sesuatu yang unik. Antara satu orang dengan orang lain memiliki jawaban yang berbeda terhadap setiap soal psikotes.

Pada prinsipnya, jika seseorang mengerjakan menurut kepribadiannya maka hasil psikotes dapat mencerminkan kepribadian orang tersebut. Sebaliknya, jika seseorang mengerjakan dengan cara meniru buku maka otomatis hasil psikotes tidak mencerminkan kepribadian orang tersebut tetapi malah mencerminkan kepribadian penulis buku.

Jadi, misalnya Anda meniru penulis buku yang tidak berbakat dalam hitungan maka hasil psikotes juga menunjukkan bahwa Anda tidak berbakat dalam hitungan padahal faktanya Anda adalah seorang yang ahli soal hitungan. Rugi bukan ?

Dalam menghadapi soal psikotes juga tidak sarankan untuk mengikuti saran dan intepretasi dari buku psikotes. Maksudnya begini, beberapa waktu lalu saya berkunjung ke sebuah toko buku dan disana saya mencoba untuk melihat isi buku psikotes. Dibeberapa buku didalamnya dicantumkan intepretasi tes psikologi.

Misalnya, penulis menyatakan bahwa dalam tes DAP ( Draw A Person ) menggambar orang dapat diartikan sebagai bagaimana kita melihat orang-orang disekitar atau menggambar pohon diintepretasikan sebagai bentuk ketegasan.

Setelah menjelaskan berbagai interpretasi penulis membuat tips agar hasil psikotes maksimal, misalnya saat menggambar pohon klien disarankan untuk menggambar dengan lurus, pohon diberi gambar buah, belakang pohon digambar rumah, dan seterusnya.

Nampaknya itu benar kan ? Tapi ternyata itu tidak dapat dipercaya.

Berikut deskripsinya :

  1. Yang berhak melakukan intepretasi terhadap soal Psikotes hanya psikolog. Itu berarti lulusan psikologi S1 pun tidak boleh melakukan intepretasi. Kalau begini, darimana penulis tahu bahwa pohon itu diartikan sebagai ketegasan (misalnya), atau gambar buah dianggap sebagai rasa rendah hati ? Tidak masuk akal.
  2. Penulis buku yang mencantumkan rekomendasi dan intepretasi seperti itu bukanlah seorang psikolog. Sehingga informasi yang ditulis tidak dapat diklarifikasi kebenarannya.
  3. Bagaimana jika yang menulis adalah seorang psikolog dan dia mencatumkan rekomendasi seperti itu ? Sejauh yang saya tahu tidak ada psikolog yang membuat buku semacam ini. Jika ada, tetap tidak boleh dipercaya karena ini sudah melanggar kode etik psikologi.

Jadi, rahasia mengerjakan soal psikotes itu apa ? Ya tidak ada rahasia.

Yang terpeting adalah kerjakan soal tes secara natural atau sesuai dengan kondisi Anda. Mengerjakan dengan cara ini akan membuat hasil psikotes optimal.

Referensi

Psychologcial Testing – Wikipedia

Asesmen –  Psychpage

Macam Tes Psikologi – Ensiklo

Psychological Tes – Health For Children