Palmistry Garis Tangan : Benarkah ?

Palmistry Garis Tangan : Benarkah ?

Palmistry Garis Tangan Benarkah ? – In short : Kalau kita bicara soal psikologi, biasanya kita juga bicara bagaimana cara membaca kepribadian. Walaupun psikologi tidak hanya membahas soal baca-membaca kepribadian namun tampaknya membaca kepribadian adalah brand khusus untuk psikologi. Ketika bicara soal membaca kepribadian, beberapa dari kita akan langsung mengaitkan dengan palmistry. Nah, apa itu palmistry dan benarkah palmistry dapat digunakan untuk membaca kepribadian ?

Apa itu Palmistry ?

Wikipedia menyebut bahwa ” … palmistry is the claim of characterization and foretelling the future through the study of the palm, also known as palm reading or chirology. ” 

Jika diterjemahkan, palmistri adalah sebuah klaim dari karakteristik dan peramalan masa depan melalui studi telapak tangan. Mengenai bagaimana sejarah palmistri, Anda bisa membacanya melalui link ini.

Beberapa orang menganggap palmistri dapat mengungkap kepribadian, kesehatan, atau bahkan jodoh. Beberapa orang percaya bahwa palmistri dapat meramal masa depan.

Bagaimana Membaca Kepribadian

Sebelum menyimpulkan apakah palmistri dapat dipercaya atau tidak, kita perlu tahu bagaimana membaca kepribadian menurut ilmu psikologi.

Dilansir dari IlmuPsikologi.com, kepribadian menurut Gordon. W. Allport (dalam Prawira, 2013) adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Mengacu pada teori lain, Weinberg & Gould (1999) menjelaskan bahwa kepribadian adalah karakteristik atau campuran karakteristik yang membuat seseorang unik.

Berdasar pengertian Gould, kita tahu bahwa kepribadian tiap orang itu unik. Jadi, tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Karena tiap  orang punya kepribadian yang berbeda-beda maka psikologi memberi tahu kita bagaimana cara membaca dan mengelompokkan kepribadian itu. Dengan suatu metode psikologi tertentu, kita akan dapat mengungkap kepribadian seseorang. Seberapa akurat ? Hampir akurat.

Jadi, ini beberapa metode yang bisa digunakan untuk mendeskripsi kepribadian.

1. Menggunakan Tes Psikologi

Singkatnya, tes psikologi memungkinkan kita untuk mencari tahu suatu informasi tertentu dalam diri manusia seperti kecerdasan, kepribadian, bakat dan minat. Berikut tes psikologi untuk mendeskripsi kepribadian :

Tes EPPS

Tes Edward Personality Preference Schedule memungkinkan psikolog untuk menggali kepribadian manusia. Tes ini dikembangkan oleh Murray dengan tujuan untuk mengungkap 15 need (kebutuhan) yang ada pada diri seseorang

Tes DISC

Tes DISC dikembangkan oleh William Moulton Marston. Tes DISC mempunyai 24 pertanyaan yang dapat mengungkap kepribadian manusia. Tes ini dapat menggambarkan kepribadian menjadi 4 pokok perilaku yaitu dominance, influence, stedianess, compliance

Tes MBTI

Tes ini sangat populer dikalangan masyarakat. MBTI adalah singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator. Tes ini berbentuk kuesioner yang dapat menggambarkan kepribadian manusia terutama bagaimana seseorang menilai dan membuat keputusan terhadap sesuatu hal.

Dan lainnya

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa tes psikologi itu sangat beragam, sehingga saya tidak akan menuliskan semuanya artikel ini

Baca juga bagaimana menghadapi tes psikologi

Perlu kita ketahui, sebelum alat tes psikologi boleh digunakan oleh psikolog tes tersebut harus diuji kebenarannya. Alat tes akan diuji apakah alat tes tersebut layak digunakan atau tidak. Salah satu cara untuk mengetes alat tes adalah dengan menguji reliabilitas dan validitas. Setelah lolos tes, barulah alat tes dapat digunakan oleh psikolog.

Mengapa harus serumit itu ? Tujuannya adalah supaya alat tes tersebut dapat dipercaya dan dipertanggung-jawabkan.

2. Life Record

Life record berarti psikolog menggali kepribadian seseorang melalui riwayat hidup. Untuk mendapatkan informasi ini, psikolog akan menggunakan buku harian atau data diri lainnya yang berpengaruh terhadap keadaan saat ini. Catatan ini akan dianalisis sehingga dapat menggambarkan kepribadian orang yang bersangkutan.

Sebenarnya masih ada beberapa metode lain yang bisa digunakan tetapi saya hanya menjabarkan dua metode tersebut agar materi tidak terlalu banyak

Lalu, Bagaimana Dengan Palmistri ?

Setelah kita tahu bagaimana cara membaca kepribadian, sebenarnya kita sudah dapat menentukan apakah palmistri dapat dipercaya atau tidak. Tapi, saya ingin terlebih dahulu mendeskripsi apa yang dilakukan oleh palmistri.

Jadi, palmistri itu seperti ini.

Palmistri membagi 4 garis tangan utama, yaitu garis kehidupan (Life Line), garis kepala (Head Line), Garis Hati (Heart Line), dan garis nasib (Fate Line). Cara membacanya begini :

1. Garis kepala dan garis kehidupan tidak bersinggungan diartikan sebagai seorang pengalah

2. Garis kepala dan garis kehidupan yang bersinggungan dianggap memiliki kepribadian koleris yang kuat

3. Garis hati melengkung dan lurus diartikan sebagai diartikan sebagai  seseorang yang  tergantung secara perasaan kepada orang lain

4. Dsb

Karena terlalu panjang, saya tidak akan menulis semuanya.

Sebelumnya, saya sudah sampaikan bahwa sebelum alat tes psikologi digunakan maka tes tersebut harus diuji. Tentu saja, metode palmistri tidak pernah diuji kebenarannya. Validitas palmistri patut dipertanyakan.

Dengan demikian, palmistri bisa disebut sebagai pseudoscience atau ilmu semu. Palmistri seolah-olah ilmiah tetapi faktanya tidak ada dasar untuk itu.

Lalu, apakah palmistri boleh digunakan ? Mengenai itu, tentu kembali ke diri Anda sendiri. Hak Anda untuk memutuskan apakah palmistri layak dipercaya atau tidak. Tetapi saya ingin sampaikan bahwa bidang ilmu Psikologi tidak menganggap palmistri sebagai sesuatu yang bisa digunakan untuk mengukur kepribadian secara tepat.

Mengapa palmistri tidak bisa dipercaya ? Salah satu alasannya adalah karena palmistri tidak digunakan oleh profesional. Maksudnya begini, ketika Anda ikut interview pekerjaan HRD, HRD Anda tidak akan menggunakan palmistri untuk mengetahui kepribadian Anda.

Lagi, Ketika Anda pergi ke Psikolog, yang akan Anda temui ialah tes psikologi seperti Rorschach atau TAT bukan palmistri.

Rorschach adalah sebuah tes psikologi dimana subjek mempersepsikan bercak tinta kemudian persepsi tersebut dicatat dan dianalisis oleh psikolog. Gambarnya seperti ini :

Rorschach_blot_01

Sedangkan, TAT adalah singkatan dari Thematic Apperception Test. TAT merupakan alat tes proyeksi yang dipakai untuk mengungkapkan dinamika kepribadian.

TAT 4

Kalau kita sudah tahu bahwa palmistri tidak dapat dipercaya, lalu mengapa beberapa orang mempercayainya ? Sebenarnya faktornya banyak. Kalau Anda bertemu dengan seseorang yang ahli memberikan persuasi, apa yang dia katakan akan Anda percayai dengan mudah termasuk ketika dia berbicara soal palmistri.

Contoh lain seperti ini.

Sebagai mahasiswa psikologi, saya dan teman-teman yang lain pasti sering menemui pertanyaan : “Aku orangnya kayak (seperti) gimana sih ?” “Coba tebak kepribadianku dong.” Karena status saya sebagai mahasiwa psikologi apapun yang saya katakan itu akan lebih mudah dipercaya daripada orang lain non-psikologi walaupun isi jawaban adalah sama.

Mudah saja saya jawab seperti ini “Oh, kamu itu orangnya mudah galau. Cukup berhati-hati karena kamu selalu bisa membuat pertimbangan.” Seolah-olah perkataan saya ini benar dan bisa dipercaya. Namun jika kita berpikir lebih lagi, kita tahu bahwa jawaban itu tidak masuk akal sama sekali. Mengapa ? Jelas bahwa setiap orang itu pasti punya masa galaunya masing-masing. Tiap orang juga pasti membuat pertimbangan. Tidak ada yang tidak.

Sama halnya seperti deskripsi diatas : “Garis kepala dan garis kehidupan tidak bersinggungan diartikan sebagai seorang pengalah”

Darimana dapat dibuktikan bahwa orang dengan ciri-ciri seperti itu adalah seorang pengalah ? Kalau kita menelisik lebih lanjut, kita akan tahu bahwa salah satu faktor pembentuk kepribadian adalah lingkungan. Kalau lingkungan ternyata membuat orang tersebut menjadi orang yang tidak pengalah bagaimana ? Apakah garis tangannya akan ikut berubah juga ?

Akhirnya, saya ingin sampaikan bahwa jangan mudah percaya dengan sesuatu yang sifatnya tidak pasti. Selalu cari tahu tentang informasi baru. Termasuk, jangan langsung percaya juga terhadap artikel yang baru saja Anda baca. Tapi, selalu buat pertimbangan dan cek referensi apakah yang Anda baca masuk akal atau malah tidak masuk akal sama sekali.

Referensi

Palmistri – Wikipedia

Konsep Kepribadian – IlmuPsikologi

Palm Reading Pseudoscience – Phillyvoice

Cara mudah membaca garis tangan – Psychoshare

Pengertian dan Metode EPPS – IlmuPsikologi

Tipe kepribadian DISC – Tekun

Pengertian Tes Kepribadian – Si-Pedia

Membaca kepribadian lewat garis tangan – Alfatsurya

Rorscach Image – Blogspot

TAT Image – Blogspot